Sabtu, 06 November 2010

Radikal Bebas

Radikal Bebas adalah Molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan akan berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas sendiri sebenarnya adalah sejenis oksigen yang secara kimia, strukturnya telah berubah akibat dari aktifitas lingkungan, sehingga memiliki tingkat reaktifitas yang tinggi. Radikal bebas, secara alami memang ada dalam tubuh, sebagai hasil dari reaksi biokimia, seperti proses oksidasi, metabolisme sel, olahraga dan peradangan.

Sumber Radikal Bebas

- Hasil metabolisme tubuh (faktor internal)
- Asap rokok, dimana pada asap rokok terdapat berbagai racun kimiawi yang bersifat
radikal bebas. Sayangnya meskipun tubuh mampu untuk mengatasinya melalui proses metabolisme, hasil metabolisme itu sendiri juga bersifat radikal bebas.
- Zat kimia dalam makanan / minuman
- Pupuk kimia
- Radiasi sinar Ultra Violet, X-ray
- Asap atau polutan dari kendaraan / pabrik

Normalnya, tubuh mampu menetralisir adanya radikal bebas dengan menggunakan apa yang disebut Antioksidan. Tetapi bila jumlah radikal bebas berlebihan sehingga tidak mampu diimbangi oleh antioksidan yang ada dalam tubuh, akan menyebabkan berbagai gangguan fungsi organ tubuh.

Radikal bebas akan mengambil elektron dari sel tubuh. Sel yang diambil elektronnya akan mengalami kerusakan dan proteinnya akan menjadi nonaktif, sehingga berakibat pada adanya perubahan pada membran sel dan struktur DNA. Sel-sel yang diambil elektronnya, menjadi tidak stabil sehingga menyebabkan timbulnya sel-sel mutan, yang pada gilirannya dapat berubah menjadi sel-sel kanker. Memang, perubahan ini tidak berlangsung dalam waktu singkat, tetapi dibutuhkan waktu bertahun-tahun.

Radikal bebas yang berupa oksigen reaktif, sangat signifikan dalam tubuh. Oksigen reaktif ini antara lain meliputi superoksida (O`2), hidroksil (`OH), peroksil (ROO`), hidrogen peroksida (H2O2), singlet oksigen (O2), oksida nitrit (NO`), peroksinitrit (ONOO`) dan asam hipoklorit (HOCl). Radikal bebas sebenarnya adalah spesi kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar, sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya berbagai penyakit., diantaranya pengerasan pembuluh darah, jantung koroner, stroke, kanker, gangguan fungsi liver dan ginjal, katarak, arthritis, proses penuaan dini dan penyakit-penyakit degeratif lainnya.

Upaya untuk mengurangi produksi radikal bebas dan menetralisir radika bebas yang sudah terbentuk, antara lain memperbaiki pola makan yang lebih sehat, tidak merokok, makan yang tidak mengandung pengawet, zat pewarna, atau penyedap rasa yang banyak mengandung bahan kimia berbahaya; olah raga teratur, memperbanyak makan buah atau sayuran yang banyak mengandung anti oksidan.

Prooksidan

Senyawa-senyawa atau reaksi-reaksi kimiawi yang cenderung menghasilkan spesies oksigen reaktif (spesies oksigen yang potensial toksik)

Stres Oksidatif

* Keadaan dimana jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan atau kapasitas tubuh untuk menetralisirnya
* Salah satu penyebab utama proses penuaan dini
* Berperan besar dalam terjadinya berbagai penyakit kronis (menahun) seperti kanker, Alzheimer, penyakit jantung dan lain-lain.
* Tingkat stres oksidatif dapat diukur dengan menggunakan suatu alat d-Reaktive Oxygen Metabolites Test.
* Dapat dicegah dan dikurangi dengan memberikan asupan antioksidan yang cukup

Contoh kegiatan atau hal-hal yang dapat meningkatkan Stress Oksidatif:
- Setelah menggunakan kontrasepsi oral
- Olahraga berlebihan
- Merokok
- Hemodialisa
- Diebetes Melitus
- Penyakit pembuluh darah perifer
- Hipertensi tidak terkontrol
- Rhematoid Arthritis

Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama dalam pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar